Sponsored
Menu
Aku dan Tanteku

Aku dan Tanteku

237 words 2 min read 260 reads Jul 25, 2026 حنوش
Untuk tujuan belajar

Tanteku sudah menikah dan tidak punya anak, usianya 47 tahun. Dia memakai piyama dan dishdasha, dan kadang terlihat menonjol. Ada tiga kejadian: pertama, paha kami saling menempel. Kedua, saya melihat celananya saat dia memakai dishdasha dan merentangkan kakinya. Ketiga, dia menggoyang sandalnya saat memakainya. Saya ingin menidurinya atau tunduk padanya. Saya punya cara untuk mengajarku.
Suaminya keluar rumah dari pagi sampai sore atau maghrib.
Dia tinggal bersama suaminya di apartemen, dan berdiri di depanku, kakiku menyentuh kakinya, leher menyentuh perutnya, dan saya duduk di depannya sambil dia menggoyang sandalnya.
Saya ingin tahu apa maksud dari perilakunya dan apa yang harus saya lakukan.
Kemudian saya mengirim pesan kepadanya dan bertanya kepada tanteku:

Halo tante, bagaimana kabarmu? Aku rindu padamu. Bagaimana keadaanmu? Semoga baik-baik saja. Bagaimana dengan paman?

Dia menjawab: Halo sayangku, Alhamdulillah. Aku yang lebih rindu. Bagaimana kabarmu? Semoga baik-baik saja. Bagaimana ujianmu?

Saya kirim:

Baik jika kalian baik. Alhamdulillah, setengah-setengah. Masih ada ujian terakhir, agak sulit. Semoga kalian selalu sehat, sayangku yang berharga. Allah menjagamu.
Like a message ❤️

Saya mengirim pesan kepadanya: Halo tante yang cantik, bagaimana kabarmu? Apa kabar? Aku rindu padamu. Kenapa menghilang? Semoga kamu baik-baik saja. Saya melihat anak-anak Badi'a, serial yang sangat bagus, seleramu manis dan kamu manis. Allah menjagamu wahai yang berharga. Ada serial baru namanya, mungkin kamu sudah lihat atau tidak, sarankan saya untuk menontonnya atau tidak, dan jika kamu punya serial lain, kirimkan padaku dan

Sponsored
Masuk ke akun Anda atau buat akun baru
Lupa kata sandi?

Masukkan alamat email Anda dan kami akan mengirimkan tautan untuk mereset kata sandi Anda.

← Kembali ke login