Sponsored
Menu
Cerita Cinta yang Dimulai dari Kursi Tunggu

Cerita Cinta yang Dimulai dari Kursi Tunggu

253 words 2 min read 415 reads Jun 27, 2026
Salma tidak sedang mencari cinta, dia hanya menunggu gilirannya di klinik yang ramai, tetapi satu kalimat mengubah harinya dan hidupnya.

Salma membenci menunggu. Pada hari itu khususnya, kelelahan terlihat jelas di wajahnya, klinik ramai, dan waktu berjalan lambat dengan berat. Dia duduk di kursi kosong terakhir, membawa berkas medis dan menyembunyikan kekhawatirannya di balik tatapan tetap.

Setelah beberapa menit, seorang pemuda duduk di kursi seberang. Dia membawa buku lama, membaca satu halaman lalu mengangkat kepalanya seolah takut melewatkan sesuatu dari dunia. Salma tidak terlalu memperhatikannya sampai selembar kertas kecil jatuh dari tangannya. Dia mengambilnya dan berkata sambil tersenyum: "Saya kira ini melarikan diri dari berkas."

Salma berterima kasih secara singkat, tetapi dia mengatakan kalimat aneh: "Kadang-kadang kertas tahu bagaimana melarikan diri, kita hanya tidak tahu." Salma tertawa tanpa sadar. Itu adalah tawa pertama dalam hari yang panjang.

Mereka berbicara sebentar. Namanya Yamen, datang bersama adik laki-lakinya yang kecil. Dia tidak menanyakan pertanyaan yang mengganggu, dan tidak mencoba terlihat sempurna. Dia hanya hadir dengan cara yang nyaman. Ketika namanya dipanggil, untuk sesaat dia berharap gilirannya tertunda lebih lama.

Dua minggu kemudian, mereka bertemu secara kebetulan di perpustakaan kecil. Dia berkata padanya: "Sepertinya menunggu belum berakhir." Kali ini Salma tertawa tanpa reserve. Mereka bertukar pembicaraan, lalu buku-buku, lalu pesan.

Cerita cinta mereka bukan badai dan tidak penuh janji besar. Itu tenang, mirip kursi tunggu yang menyatukan dua orang dalam hari yang melelahkan. Dan setelah setahun, ketika Yamen melamarnya, ayahnya berkata: "Bagaimana ini dimulai?" Salma menatap Yamen dan berkata: "Dengan selembar kertas yang melarikan diri dari berkas."

Beberapa kebetulan tidak terlihat penting pada saat itu, tetapi mereka membuka pintu untuk kehidupan yang utuh.

Sponsored
Masuk ke akun Anda atau buat akun baru
Lupa kata sandi?

Masukkan alamat email Anda dan kami akan mengirimkan tautan untuk mereset kata sandi Anda.

← Kembali ke login